085881460640

Bekasi Jawa Barat

Selamat Datang Di Web Opssekolahdasar

Selasa, 02 Agustus 2016

Jadikan Teknologi Sebagai Media Proses Pembelajaran Bagi Guru

Perkembangan dunia informasi dan teknologi semakin hari semakin berkembang, sehingga dengan mudahnya untuk mendaptkan informasi yang beragam. Infomasi dan teknologi dewasa ini tidak bisa di pisahkan dari orang yang memang sudah mengenal dunia internet sebagai media informasi yang aktual, akurat. Tak heran pada tahun 2016 ini diknas pendidikan dan kebudayaan bahwa seorang guru yang memiliki tugas sebagai pendidik harus mampu mengali kemampuan dengan belajar melalui teknologi.

Bahwa dengan menggali informasi dari teknologi seperti internet pada jaman sekarang sangatlah dibutuhkan sebagai bahan proses pembelajaran bagi guru untuk menambah pengetahuan untuk diri sendiri dan tentunya untuk peserta didik.

Jadikan Teknologi Sebagai Media Proses Pembelajaran Bagi Guru
Berikut ini kami membawa sedikit informasi tentang Teknologi Sebagai Media Proses Pembelajaran bagi guru, yang mana kami lansir dari halaman Kemedkbud. Berikut cuplikan informasinya.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan lokakarya bertemakan teknologi dan pendidikan, “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology”. Lokakarya ini mengangkat tema tentang penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran.

Lokakarya “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology” menghadirkan Rushton Hurley, instruktur terkemuka dari nextvista.org yang menjabarkan mengenai pendidikan dengan menggunakan teknologi. Hurley menjelaskan bagaimana sikap dan tindakan seorang pengajar dalam menghadapi kemunculan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar.

“Gunakan teknologi sebagai sarana dan bukan sebagai tujuan. Karena dalam belajar mengajar itu memerlukan perubahan, artinya bahwa selalu ada tempat untuk berkembang. Tidak hanya berubah karena tuntutan saja,” kata Hurley di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Senin (1/8/2016). Materi yang disampaikan oleh Hurley selengkapnya dapat diakses di laman: tinyurl.com/indonesia16.

Lokakarya semacam ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Balitbang Kemendikbud dalam rangka menjalin hubungan baik dengan berbagai institusi pendidikan bertaraf global. “Acara semacam ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi mengenai pendidikan dari segi global, mencoba berbagi permasalahan yang dihadapi dan mencoba mencari solusinya bersama,” terang Nizam, pelaksana tugas Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud.

Lokakarya “From Silicon Valley to Indonesia: Teaching and Learning with Technology” diselenggarakan bekerja sama dengan Foothill & De Anza Colleges California. Vinita Bali, Dekan International Students at Foothill-De Anza Colleges, menawarkan hubungan baik dengan pemerintah Indonesia dalam hal mengajar dengan menggunakan teknologi, seperti yang Foothill & De Anza Colleges lakukan selama ini.

Dalam lokakarya tersebut, Direktur Eksekutif KCI (Krause Center for Information), Gay Krause Executive Director juga menyatakan hal sama dengan Vinita Bali. “Dengan senang hati KCI of Foot College akan berbagi praktik terbaiknya dengan guru Indonesia mengenai pengintegrasian teknologi untuk mengubah belajar mengajar yang fundamental,” katanya.

Lokakarya dihadiri oleh perwakilan dari beberapa perguruan tinggi, guru, dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Nenden, guru Bahasa Inggris di SMPN 3 Tangerang Selatan, menjadi salah satu peserta lokakarya. Ia mengatakan, dengan mengikuti lokakarya ini dapat menambah wawasan dan meningkatkan motivasinya untuk mengajar lebih baik lagi. 
Dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris kepada peserta didiknya, ia juga telah memanfaatkan teknologi informasi, misalnya dengan menggunakan laptop dan infokus. Menurutnya, penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar dapat mempermudah proses pembelajaran dan membuat siswa lebih fokus.

“Tapi memang harus ada persiapan. Misalnya mengunduh materi pembelajaran, seperti gambar, video, atau audio. Jadi guru harus bisa meluangkan waktu supaya tepat sasaran untuk peserta didik di tiap tingkatan. Misalnya untuk kelas 7 beda dengan kelas 8, “katanya.

Sumber : http://www.kemdikbud.go.id.

Demikianlah apa yang dapat kami informasikan, dari halaman kemdikbud semoga kita tetap bisa mengali potensi sebagai guru yang memang memiliki kewajiban untuk trus berkarya sampai akhir ayat.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung di Website Opssekolah Dasar. Join Our Newsletter http://opssekolahdasar.blogspot.co.id
Join Our Newsletter